Jumat, November 6, 2026
SENATORJABAR.COM
No Result
View All Result
  • Home
  • Komite I
  • Komite II
  • Komite III
  • Komite IV
  • Alat Kelengkapan
    • Badan Urusan Legislasi Daerah
    • Badan Akuntablitas Publik
    • Badan Kehormatan
    • Badan Kerja Sama Parlemen
    • Panitia Musyawarah
    • Panitia Perancang Undang Undang
    • Panitia Urusan Rumah Tangga
  • Login
SENATORJABAR.COM
  • Home
  • Komite I
  • Komite II
  • Komite III
  • Komite IV
  • Alat Kelengkapan
    • Badan Urusan Legislasi Daerah
    • Badan Akuntablitas Publik
    • Badan Kehormatan
    • Badan Kerja Sama Parlemen
    • Panitia Musyawarah
    • Panitia Perancang Undang Undang
    • Panitia Urusan Rumah Tangga
No Result
View All Result
  • Login
SENATORJABAR.COM
No Result
View All Result

Agita Nurfianti Soroti Kisruh SPMB 2025 di Jawa Barat, Kuota Kelas Membengkak hingga 50 Siswa

adminbyadmin
6 November 2026
in Komite III
Reading Time: 3 mins read
Share on Facebook
Share on Twitter

Dalam Rapat Kerja DPD RI bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 29 September 2025, Agita Nurfianti, Anggota DPD RI Provinsi Jawa Barat, menyampaikan aspirasi operasional terkait pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025. Agita menekankan kendala waktu sosialisasi peraturan menteri (Permen) yang dianggap terlalu mepet (hanya sekitar dua bulan dari SPMB 2025). 

 

Dekatnya jarak sosialisasi berdampak pada kesiapan sekolah dan pemerintah daerah, terlebih pada masa MPLS 2025 di Jawa Barat. Ketidakcukupan daya tampung mendorong pembengkakan kuota kelas dari 36 menjadi 50 siswa. Hal itu memicu konsekuensi dari segi mutu dan fasilitas, salah satunya membuat sebagian siswa belajar bergiliran di ruang kelas dan mushola tanpa meja-kursi. 

Agita juga membahas tentang jalur PAPS (Penanggulangan Anak Putus Sekolah) dan mengaitkannya dengan kebutuhan akomodasi yang belum terpenuhi di sekolah negeri. Ia menginformasikan sudah adanya kunjungan pejabat Kemendikdasmen ke lokasi terdampak untuk memperkuat fakta lapangan yang disampaikannya. 

Menteri Dikdasmen memberi tanggapan dengan menggarisbawahi prinsip dasar SPMB: inklusif dan berkeadilan untuk memelihara integrasi serta kohesivitas sosial. Menteri Dikdasmen menegaskan bahwa tanggal pengundangan SPMB di JDIH adalah pada tanggal 28 Februari 2025, dengan siklus penerimaan siswa bulan Juli. Menurutnya, secara teoritis rentang waktu tersebut sudah memadai, namun eksekusi sosialisasi di daerah dinilai masih lambat. 

Siang itu, Mendikdasmen juga menjelaskan tentang arsitektur regulasi. Permen diturunkan menjadi peraturan daerah, dengan pembagian kewenangan provinsi untuk SMA/SLTA dan kabupaten/kota untuk SD–SMP. Ia juga menjelaskan bahwa SPMB dikecualikan untuk daerah 3T, SMK, dan SLB. 

 

Menurut Menteri Dikdasmen, problem Jawa Barat berkaitan dengan keterlambatan juknis daerah serta diskresi lokal yang menyimpang dari ketentuan pusat. Hal tersebut menghasilkan ketidakselarasan kuota dan penempatan siswa sebagaimana paparan masalah yang disampaikan oleh Agita. 

Pembatasan jumlah rombongan belajar (rombel) dan kapasitas kelas di sekolah negeri dijelaskan sebagai instrumen penjaga mutu. Sehingga, kelebihan siswa per kelas berisiko mendegradasi kualitas pembelajaran. Kebijakan dibatasi agar terjadi pemerataan akses melalui penyaluran ke sekolah negeri lain dan sekolah swasta. 

Dalam kerangka Peraturan Menteri Dalam Negeri, pemerintah daerah dapat memberi subsidi pada sekolah swasta. Ia mencontohkan hal baik yang sudah dilakukan di kota lain. Contohnya, di Kota Semarang yang sudah ada sinergi penerimaan negeri dan swasta secara simultan. Begitu juga di Kota Denpasar dan Tangerang Selatan yang memberi subsidi kepada swasta. 

Untuk isu ketenagakerjaan, Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2025 memungkinkan guru ASN (PNS dan P3K) ditugaskan di sekolah swasta. Hal ini dapat mengatasi ketimpangan distribusi guru. Implementasi dari permendikdasmen tersebut diklaim terkoordinasi dengan BKN. 

Terkait guru PAUD, hambatan bersumber dari UU 14/2005 (Guru dan Dosen) yang mendefinisikan guru hanya di pendidikan formal. Akibatnya pendidik di kelompok bermain dan TPA yang tergolong non-formal belum memperoleh hak setara, termasuk perihal sertifikasi pendidik. Perubahan akan hal ini diusulkan dalam RUU Sisdiknas yang sedang dibahas di DPR bersama Kementerian Dikdasmen dan kementerian terkait (dirujuk sebagai “omnibus pendidikan”). 

Untuk daerah 3T, dipaparkan lima kebijakan alternatif layanan pendidikan: sekolah satu atap, penyetaraan Kejar Paket A/B/C, pembelajaran jarak jauh, sekolah terbuka, serta rumah pendidikan yang memanfaatkan fasilitas publik. Ia juga menyebut rencana sistem relawan pendidikan dengan prinsip “semua anak Indonesia harus berkesempatan belajar.” 

Strategi “semua sekolah favorit” diartikulasikan melalui program revitalisasi satuan pendidikan. Hal ini termasuk porsi untuk sekolah swasta, serta pelatihan guru yang dibiayai negara via BOS dan BOS Kinerja. 

Dalam rapat tersebut, ada juga laporan tentang rendahnya kualitas pengisian Dapodik oleh operator sekolah. Hal ini diduga memicu ketidakcocokan sasaran bantuan. Ia membuka peluang aspirasi penetapan sasaran revitalisasi 2026 dengan syarat data akurat. Pada bantuan peserta didik, dua skema utama adalah PIP dan ADEM. Kuota PIP 2026 disebut masih sama dengan 2025, baik jumlah maupun nominal. Terkait asesmen, TKK untuk SMA dijadwalkan November 2025; untuk SD dan SMP pada Maret 2026, dengan biaya SD–SMP masuk anggaran 2026 sehingga tidak membebani daerah. 

Sebagai penutup, Menteri Dikdasmen menegaskan tentang pentingnya sinergi peningkatan mutu pendidikan nasional guna mewujudkan Generasi Indonesia Emas sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Mandikdasmen juga menegaskan bahwa akar masalah SPMB Jawa Barat adalah keterlambatan sosialisasi, diskresi daerah yang tidak selaras, kapasitas rombel yang membebani mutu, dan integritas data Dapodik.

Tags: Agita Nurfiantianak putus sekolahAnggota DPD RI Jawa BaratDapodikdaya tampung sekolahDPD RIDPD RI Jawa BaratGenerasi Emas Indonesiaguru ASNguru PAUDguru PPPKKemendikdasmenkualitas pendidikan Indonesiakuota siswa sekolahmasalah pendidikan Jawa BaratMenteri Pendidikan Dasar dan MenengahPAPSpemerataan pendidikanpendidikan daerah 3Tpendidikan Jawa BaratPIP 2026Program Indonesia Pintarrevitalisasi sekolahrombel sekolahrombongan belajarRUU Sisdiknassekolah negeri Jawa Baratsekolah swastaSeleksi Penerimaan Murid Baru 2025sosialisasi SPMBSPMB 2025SPMB Jawa Baratsubsidi sekolah swasta
admin

admin

Related Posts

Sekolah SMP dan SMA Belum Merata, Agita Nurfianti Minta Pemerintah Evaluasi Revitalisasi Pendidikan
Komite III

Senator Agita Nurfianti Soroti Pemerataan Akses Pendidikan, Dorong Revitalisasi Sekolah Sesuai Kebutuhan Daerah

20 Oktober 2026
Agita Nurfianti Soroti Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak, Edukasi Harus Dimulai Sejak Balita
Komite III

Senator Agita Nurfianti Soroti Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak, Edukasi Harus Dimulai Sejak Balita

20 Oktober 2026
Data DTSEN Harus Akurat, Agita Nurfianti Soroti Penonaktifan PBI JKN dan Bantuan PIP copy
Komite III

Agita Nurfianti Dorong Percepatan Pemutakhiran DTSEN agar Bantuan Pendidikan dan Kesehatan Tepat Sasaran

19 Oktober 2026
Anggota Komite III DPD RI asal Jawa Barat sekaligus Pelindung Universal Line Dance (ULD) Kota Bandung, Agita Nurfianti, memberikan dukungan kepada kontingen ULD yang akan mengikuti kompetisi World Dance Master (WDM) 2026 di Yogyakarta pada 22–26 Oktober. Ia berharap para peserta dapat meningkatkan prestasi, menjaga kekompakan, dan membawa nama Kota Bandung di ajang internasional.
Komite III

Dukung Prestasi Line Dance, Senator Agita Nurfianti Beri Semangat Kontingen ULD Kota Bandung

18 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular News

Anggota DPD RI asal Jawa Barat Agita Nurfianti mengungkap berbagai persoalan pelaksanaan SPMB 2025, mulai dari keterlambatan sosialisasi regulasi, keterbatasan daya tampung sekolah negeri, pembengkakan jumlah siswa per kelas hingga ketidaksesuaian data Dapodik

Agita Nurfianti Soroti Kisruh SPMB 2025 di Jawa Barat, Kuota Kelas Membengkak hingga 50 Siswa

29 September 2025
Dalam Reses BULD DPD RI di Bandung, Agita Nurfianti menyerap aspirasi pemangku kepentingan pendidikan terkait krisis tenaga pendidik, kesejahteraan guru PPPK, perlindungan profesi guru, hingga usulan pembentukan Badan Guru Nasional.

DPD RI Soroti Krisis Guru di Jawa Barat, Senator Agita Nurfianti Dorong Perlindungan Guru dan Pemerataan Kualitas Pendidikan di Jawa Barat

25 Februari 2026

Warga Bilabong Bogor Keluhkan Akses Bansos dan Infrastruktur, Senator Agita Nurfianti Siapkan Advokasi

20 Oktober 2025
nggota DPD RI Jawa Barat, Agita Nurfianti, menyoroti ketidaktepatan data DTSEN yang menyebabkan bantuan sosial tidak tepat sasaran

Senator Agita Nurfianti Soroti Akurasi Data Bansos, Minta BPS Perbaiki Pendataan Penerima Bantuan

23 September 2025
Next Post
Warga Bilabong Bogor Keluhkan Akses Bansos dan Infrastruktur, Senator Agita Nurfianti Siapkan Advokasi

Warga Bilabong Bogor Keluhkan Akses Bansos dan Infrastruktur, Senator Agita Nurfianti Siapkan Advokasi

Portal informasi dan transparansi kegiatan Anggota DPD RI dari Jawa Barat. Menghadirkan informasi seputar kinerja, perjuangan aspirasi, pengawasan kebijakan, serta aktivitas senator sebagai bentuk keterbukaan dan pertanggungjawaban kepada masyarakat.

Browse by Category
  • Badan Urusan Legislasi Daerah
  • Komite III

Site Links

  • Site Admin
  • Log Out
  • Entries Feed
  • Comment Feed

Follow Us

© 2026 Bandung Co News Network.

  • Terms of Use
  • Privacy Policy
  • Manage Cookies
  • License

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Komite I
  • Komite II
  • Komite III
  • Komite IV
  • Badan Akuntablitas Publik
  • Badan Kehormatan
  • Badan Kerja Sama Parlemen
  • Badan Urusan Legislasi Daerah
  • Panitia Musyawarah
  • Panitia Perancang Undang Undang
  • Panitia Urusan Rumah Tangga

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.