Jumat, November 6, 2026
SENATORJABAR.COM
No Result
View All Result
  • Home
  • Komite I
  • Komite II
  • Komite III
  • Komite IV
  • Alat Kelengkapan
    • Badan Urusan Legislasi Daerah
    • Badan Akuntablitas Publik
    • Badan Kehormatan
    • Badan Kerja Sama Parlemen
    • Panitia Musyawarah
    • Panitia Perancang Undang Undang
    • Panitia Urusan Rumah Tangga
  • Login
SENATORJABAR.COM
  • Home
  • Komite I
  • Komite II
  • Komite III
  • Komite IV
  • Alat Kelengkapan
    • Badan Urusan Legislasi Daerah
    • Badan Akuntablitas Publik
    • Badan Kehormatan
    • Badan Kerja Sama Parlemen
    • Panitia Musyawarah
    • Panitia Perancang Undang Undang
    • Panitia Urusan Rumah Tangga
No Result
View All Result
  • Login
SENATORJABAR.COM
No Result
View All Result

Bahas Kesehatan dan Perlindungan Sosial, Senator Agita Nurfianti Sampaikan Sejumlah Aspirasi ke Kemenko PMK

adminbyadmin
6 November 2026
in Komite III
Reading Time: 2 mins read
Agita Nurfianti Minta Kemenko PMK Perkuat Program KB dan Pencegahan Stunting

Agita Nurfianti Minta Kemenko PMK Perkuat Program KB dan Pencegahan Stunting

Share on Facebook
Share on Twitter

JAKARTA (20/5) – Agita Nurfianti Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Daerah Pemilihan Jawa Barat, menyampaikan sejumlah masukan penting dalam Rapat Konsultasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Senin (19/5), di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat.

Dalam pernyataannya, Agita menegaskan kembali urgensi pencanangan Program Keluarga Berencana (KB) sebagai upaya menyeluruh dalam meningkatkan kualitas keluarga, kesehatan masyarakat, dan pengendalian pertumbuhan penduduk.

 

“Program KB perlu terus digencarkan karena sangat terkait erat dengan kesehatan, pencegahan stunting, bahkan kualitas pendidikan. Sosialisasi dan pelaksanaan KB harus diperkuat agar keluarga memiliki kapasitas lebih baik dalam pemenuhan gizi dan pengasuhan anak,” ujar Agita. Lebih lanjut, ia menyoroti program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang selama ini telah berjalan, namun masih memiliki kelemahan dalam aspek keberlanjutan. Ia menekankan pentingnya pemantauan lanjutan setelah pemberian PMT, agar hasilnya dapat berkelanjutan.

“Banyak anak yang kembali mengalami stunting setelah program PMT selesai, padahal sebelumnya sudah dinyatakan normal. Hal ini disebabkan oleh pola asuh yang tidak berkelanjutan dan kondisi ekonomi keluarga yang belum stabil. Ini menunjukkan bahwa program KB yang belum optimal juga turut memengaruhi,” tambahnya.

Agita juga menyinggung Program Makan Bergizi (MBG) yang diharapkan dapat memberi kontribusi lebih luas dalam menurunkan angka stunting, terutama karena selain anak sekolah, program ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita juga.

Di bidang pelayanan kesehatan masyarakat, perhatian Agita tertuju pada ketimpangan dana operasional Posyandu. Ia menyampaikan, alokasi dana yang seragam bagi seluruh Posyandu kurang memperhatikan jumlah balita yang berbeda-beda di tiap wilayah.

“Dana yang dialokasikan sekitar 200.000 atau 250.000 rupiah per Posyandu, padahal jumlah balita bisa sangat berbeda, tentu kualitas gizi yang bisa diberikan juga tidak merata. Ini sangat dirasakan di berbagai daerah di Jawa Barat,” ujarnya.

Dalam aspek perlindungan sosial, Agita mengangkat persoalan akses terhadap layanan BPJS Kesehatan yang masih belum merata, khususnya untuk korban kekerasan. Ia meminta perhatian agar korban kekerasan fisik, termasuk perempuan dan anak, bisa mendapatkan jaminan pemulihan secara medis dan psikologis.

“Ada kasus di Jawa Barat, seorang ayah menyiram air keras kepada istri dan anak-anaknya. Proses pemulihan mereka tidak ditanggung oleh BPJS. Ini sangat memprihatinkan dan harus menjadi perhatian kita bersama,” tegasnya.

Tak hanya itu, Agita juga menyoroti kekerasan terhadap penyandang disabilitas yang masih terjadi di Jawa Barat dan belum mendapatkan perlindungan memadai.

Sebagai penutup, Agita mendorong revitalisasi perpustakaan agar bisa lebih menarik bagi masyarakat, khususnya generasi muda, melalui program-program inovatif berbasis digital.

“Revitalisasi perpustakaan perlu diarahkan pada pendekatan kreatif, seperti kompetisi menulis cerita pendek, novel, dan lainnya. Tujuannya agar perpustakaan lebih hidup dan berperan sebagai pusat literasi masyarakat,” tutupnya.

Dengan serangkaian masukan tersebut, Agita Nurfianti berharap Kemenko PMK dan  kementerian/lembaga terkait dapat memberikan perhatian serius demi mewujudkan  pembangunan manusia Indonesia yang lebih sehat, sejahtera, dan berdaya saing.

Menanggapi hal tersebut, Menko PMK Pratikno menyampaikan apresiasi atas kontribusi para anggota DPD RI dalam memberikan masukan yang substansial dan membangun. Ia menilai bahwa pertemuan ini bukan sekadar forum penyampaian masalah, tetapi juga ruang untuk merumuskan langkah-langkah strategis secara bersama-sama.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih, karena Bapak dan Ibu tidak hanya menyampaikan permasalahan, tetapi juga memberikan banyak masukan konstruktif. Saya sampai mencatat dalam satu buku penuh, langsung habis halamannya,” ujar Pratikno.

Kemenko PMK menegaskan bahwa berbagai isu yang disampaikan Agita Nurfianti telah dicatat dengan serius dan akan ditindaklanjuti melalui mekanisme internal lintas kementerian/lembaga. Kemenko PMK juga akan menggelar pertemuan khusus untuk membahas lebih rinci usulan yang masuk dan merancang skenario kebijakan yang dapat diterapkan.

“Beberapa isu yang fundamental tentu saja mencakup bidang pendidikan, kesehatan, serta persoalan struktural lainnya yang sangat penting. Kami akan menjalankan pertemuan khusus untuk membicarakan masukan dari Bapak Ibu, dan membuat skenario yang dapat dilakukan selanjutnya,” tambahnya.

 

 

Tags: Agita NurfiantiAnggota DPD RIaspirasi DPD RIBPJS Kesehatandana operasional PosyanduDPD RI Jawa BaratKemenko PMKkesehatan masyarakatKomite III DPD RIliterasi masyarakatMakan Bergizi Gratispembangunan manusiaPemberian Makanan Tambahanpenanganan stuntingpencegahan stuntingperlindungan korban kekerasanperlindungan penyandang disabilitasperlindungan perempuan dan anakPosyandu Jawa BaratPratiknoProgram KBProgram Keluarga Berencanaprogram MBGprogram PMTrevitalisasi perpustakaan
admin

admin

Related Posts

Sekolah SMP dan SMA Belum Merata, Agita Nurfianti Minta Pemerintah Evaluasi Revitalisasi Pendidikan
Komite III

Senator Agita Nurfianti Soroti Pemerataan Akses Pendidikan, Dorong Revitalisasi Sekolah Sesuai Kebutuhan Daerah

20 Oktober 2026
Agita Nurfianti Soroti Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak, Edukasi Harus Dimulai Sejak Balita
Komite III

Senator Agita Nurfianti Soroti Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak, Edukasi Harus Dimulai Sejak Balita

20 Oktober 2026
Data DTSEN Harus Akurat, Agita Nurfianti Soroti Penonaktifan PBI JKN dan Bantuan PIP copy
Komite III

Agita Nurfianti Dorong Percepatan Pemutakhiran DTSEN agar Bantuan Pendidikan dan Kesehatan Tepat Sasaran

19 Oktober 2026
Anggota Komite III DPD RI asal Jawa Barat sekaligus Pelindung Universal Line Dance (ULD) Kota Bandung, Agita Nurfianti, memberikan dukungan kepada kontingen ULD yang akan mengikuti kompetisi World Dance Master (WDM) 2026 di Yogyakarta pada 22–26 Oktober. Ia berharap para peserta dapat meningkatkan prestasi, menjaga kekompakan, dan membawa nama Kota Bandung di ajang internasional.
Komite III

Dukung Prestasi Line Dance, Senator Agita Nurfianti Beri Semangat Kontingen ULD Kota Bandung

18 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular News

Anggota DPD RI asal Jawa Barat Agita Nurfianti mengungkap berbagai persoalan pelaksanaan SPMB 2025, mulai dari keterlambatan sosialisasi regulasi, keterbatasan daya tampung sekolah negeri, pembengkakan jumlah siswa per kelas hingga ketidaksesuaian data Dapodik

Agita Nurfianti Soroti Kisruh SPMB 2025 di Jawa Barat, Kuota Kelas Membengkak hingga 50 Siswa

29 September 2025
Dalam Reses BULD DPD RI di Bandung, Agita Nurfianti menyerap aspirasi pemangku kepentingan pendidikan terkait krisis tenaga pendidik, kesejahteraan guru PPPK, perlindungan profesi guru, hingga usulan pembentukan Badan Guru Nasional.

DPD RI Soroti Krisis Guru di Jawa Barat, Senator Agita Nurfianti Dorong Perlindungan Guru dan Pemerataan Kualitas Pendidikan di Jawa Barat

25 Februari 2026

Warga Bilabong Bogor Keluhkan Akses Bansos dan Infrastruktur, Senator Agita Nurfianti Siapkan Advokasi

20 Oktober 2025
nggota DPD RI Jawa Barat, Agita Nurfianti, menyoroti ketidaktepatan data DTSEN yang menyebabkan bantuan sosial tidak tepat sasaran

Senator Agita Nurfianti Soroti Akurasi Data Bansos, Minta BPS Perbaiki Pendataan Penerima Bantuan

23 September 2025
Next Post
Senator DPD RI asal Jawa Barat, Agita Nurfianti, meminta Kemenparekraf berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengatasi pungutan liar

Senator Agita Nurfianti Soroti Pungli dan Mahal Tiket Masuk di Desa Wisata Jawa Barat

Portal informasi dan transparansi kegiatan Anggota DPD RI dari Jawa Barat. Menghadirkan informasi seputar kinerja, perjuangan aspirasi, pengawasan kebijakan, serta aktivitas senator sebagai bentuk keterbukaan dan pertanggungjawaban kepada masyarakat.

Browse by Category
  • Badan Urusan Legislasi Daerah
  • Komite III

Site Links

  • Site Admin
  • Log Out
  • Entries Feed
  • Comment Feed

Follow Us

© 2026 Bandung Co News Network.

  • Terms of Use
  • Privacy Policy
  • Manage Cookies
  • License

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Komite I
  • Komite II
  • Komite III
  • Komite IV
  • Badan Akuntablitas Publik
  • Badan Kehormatan
  • Badan Kerja Sama Parlemen
  • Badan Urusan Legislasi Daerah
  • Panitia Musyawarah
  • Panitia Perancang Undang Undang
  • Panitia Urusan Rumah Tangga

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.