Jumat, November 6, 2026
SENATORJABAR.COM
No Result
View All Result
  • Home
  • Komite I
  • Komite II
  • Komite III
  • Komite IV
  • Alat Kelengkapan
    • Badan Urusan Legislasi Daerah
    • Badan Akuntablitas Publik
    • Badan Kehormatan
    • Badan Kerja Sama Parlemen
    • Panitia Musyawarah
    • Panitia Perancang Undang Undang
    • Panitia Urusan Rumah Tangga
  • Login
SENATORJABAR.COM
  • Home
  • Komite I
  • Komite II
  • Komite III
  • Komite IV
  • Alat Kelengkapan
    • Badan Urusan Legislasi Daerah
    • Badan Akuntablitas Publik
    • Badan Kehormatan
    • Badan Kerja Sama Parlemen
    • Panitia Musyawarah
    • Panitia Perancang Undang Undang
    • Panitia Urusan Rumah Tangga
No Result
View All Result
  • Login
SENATORJABAR.COM
No Result
View All Result

Senator Agita Nurfianti Dorong Penguatan Rehabilitasi Narkoba bagi Anak dan Remaja, BNN Diminta Putus Rantai Pergaulan Negatif

adminbyadmin
6 November 2026
in Komite III
Reading Time: 2 mins read
Agita Nurfianti Soroti Rehabilitasi Narkoba Anak dan Remaja, Dorong Pendampingan Berkelanjutan

Agita Nurfianti Soroti Rehabilitasi Narkoba Anak dan Remaja, Dorong Pendampingan Berkelanjutan

Share on Facebook
Share on Twitter

JAKARTA (10/9) – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Daerah Pemilihan Jawa Barat, Agita Nurfianti, menegaskan bahwa permasalahan narkotika, khususnya pada anak dan remaja usia sekolah, masih menjadi tantangan serius di daerah. Hal tersebut ia sampaikan dalam Rapat Kerja Komite III DPD RI bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Balai Besar Rehabilitasi Narkotika BNN, Selasa (9/9), di Kantor DPD RI, Senayan, Jakarta Pusat. 

Rapat kerja ini merupakan bagian dari inventarisasi materi pengawasan Komite III DPD RI atas pelaksanaan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Rapat kerja ini juga menjadi upaya mendorong penguatan layanan rehabilitasi medis dan sosial sebagai program prioritas nasional dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. 

Agita mengungkapkan, meskipun sudah ada berbagai upaya rehabilitasi, banyak kasus menunjukkan bahwa anak yang telah ditarik dari lingkungannya untuk menjalani pemulihan kerap kembali lagi ke lingkungan lama yang mendorongnya pada penyalahgunaan narkoba. 

“Anak-anak sudah mulai nyaman dengan pendampingnya yang berhasil mengeluarkan mereka dari lingkungan narkotika. Tapi ketika pendampingan dialihkan ke pendamping lain mereka kembali tertutup dan membuat mereka kembali ke lingkungan yang lama. Rantai pergaulan negatif anak korban narkoba harus diputus. Mereka butuh lingkungan baru yang aman, nyaman, dan benar-benar bisa mendukung pemulihan sampai mereka bisa kembali ke masyarakat,” ujar Agita. 

Menurutnya, perlu ada strategi komprehensif agar korban, khususnya anak-anak, dapat merasa aman dan nyaman di lingkungan baru. Hal itu tidak hanya menyangkut aspek medis, tetapi juga dukungan sosial, psikologis, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat. 

“Pertanyaan pentingnya adalah bagaimana membuat anak-anak ini terbuka, mau bercerita, dan mendapat lingkungan yang benar-benar mendukung. Jangan sampai mereka hanya dipulihkan secara sementara, tetapi tidak ada jaminan keberlanjutan setelahnya,” lanjutnya. 

Agita menekankan, penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda harus ditangani secara serius melalui rehabilitasi yang lebih terintegrasi dengan pendidikan, pendampingan sosial, hingga program reintegrasi. Ia juga mendorong BNN untuk memastikan adanya kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, aparat hukum, serta pemerintah daerah agar layanan rehabilitasi benar-benar efektif. 

“Kita ingin menyelamatkan semua, bukan hanya satu atau dua anak saja. Semua korban narkotika berhak mendapat perlindungan dan kesempatan kedua,” tegasnya. 

Pada kesempatan tersebut, Kepala BNN Suyudi Ario Seto menyampaikan, pihaknya menemui berbagai kendala dalam penyelenggaraan rehabilitasi. Kendala tersebut meliputi anggaran layanan rehabilitasi yang masih kurang optimal; ketersediaan SDM (kuantitas dan kualitas) yang belum terpenuhi; serta Pemerintah Daerah belum seluruhnya mengalokasikan APBD untuk pembiayaan layanan rehabilitasi. 

Kendala lainnya adalah terkait BPJS Kesehatan yang belum menanggung pembiayaan pelayanan rehabilitasi dan penerapan standar pelayanan rehabilitasi yang belum dipedomani secara nasional. Permasalahan-permasalahan itu masih ditambah lagi dengan belum adanya keseragaman pola tarif, terutama pada layanan rehabilitasi yang dilaksanakan oleh komponen masyarakat. 

Namun demikian, di samping kendala-kendala tersebut, pihaknya telah melakukan beberapa inovasi penyelenggaraan rehabilitasi. Salah satu inovasi yang dimaksud adalah layanan melalui Mobile Rehabilitasi – Rehabilitasi Keliling (Re-Link) yang tersebar di 10 provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan. 

Inovasi lainnya adalah Tele Rehabilitasi Narkoba (Tren) yang tersebar di 6 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rehabilitasi BNN di Balai Besar, Balai, dan Loka. Penguatan layanan yang terintegrasi diharapkan dapat menjadi solusi nyata untuk mewujudkan kepedulian negara terhadap generasi penerus bangsa.

Tags: Agita NurfiantiBadan Narkotika Nasionalbahaya narkoba bagi anakBNNDPD RIDPD RI Jawa BaratIndonesia Emas 2045Komite III DPD RIkorban penyalahgunaan narkobalingkungan bebas narkobanarkoba anak dan remajapemberantasan narkobapemulihan pecandu narkobapencegahan narkobapencegahan narkoba di kalangan remajapendampingan korban narkobapenyalahgunaan narkobarehabilitasi anakrehabilitasi medisrehabilitasi narkobarehabilitasi narkotikarehabilitasi sosialUU Nomor 35 Tahun 2009
admin

admin

Related Posts

Sekolah SMP dan SMA Belum Merata, Agita Nurfianti Minta Pemerintah Evaluasi Revitalisasi Pendidikan
Komite III

Senator Agita Nurfianti Soroti Pemerataan Akses Pendidikan, Dorong Revitalisasi Sekolah Sesuai Kebutuhan Daerah

20 Oktober 2026
Agita Nurfianti Soroti Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak, Edukasi Harus Dimulai Sejak Balita
Komite III

Senator Agita Nurfianti Soroti Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak, Edukasi Harus Dimulai Sejak Balita

20 Oktober 2026
Data DTSEN Harus Akurat, Agita Nurfianti Soroti Penonaktifan PBI JKN dan Bantuan PIP copy
Komite III

Agita Nurfianti Dorong Percepatan Pemutakhiran DTSEN agar Bantuan Pendidikan dan Kesehatan Tepat Sasaran

19 Oktober 2026
Anggota Komite III DPD RI asal Jawa Barat sekaligus Pelindung Universal Line Dance (ULD) Kota Bandung, Agita Nurfianti, memberikan dukungan kepada kontingen ULD yang akan mengikuti kompetisi World Dance Master (WDM) 2026 di Yogyakarta pada 22–26 Oktober. Ia berharap para peserta dapat meningkatkan prestasi, menjaga kekompakan, dan membawa nama Kota Bandung di ajang internasional.
Komite III

Dukung Prestasi Line Dance, Senator Agita Nurfianti Beri Semangat Kontingen ULD Kota Bandung

18 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular News

Anggota DPD RI asal Jawa Barat Agita Nurfianti mengungkap berbagai persoalan pelaksanaan SPMB 2025, mulai dari keterlambatan sosialisasi regulasi, keterbatasan daya tampung sekolah negeri, pembengkakan jumlah siswa per kelas hingga ketidaksesuaian data Dapodik

Agita Nurfianti Soroti Kisruh SPMB 2025 di Jawa Barat, Kuota Kelas Membengkak hingga 50 Siswa

29 September 2025
Dalam Reses BULD DPD RI di Bandung, Agita Nurfianti menyerap aspirasi pemangku kepentingan pendidikan terkait krisis tenaga pendidik, kesejahteraan guru PPPK, perlindungan profesi guru, hingga usulan pembentukan Badan Guru Nasional.

DPD RI Soroti Krisis Guru di Jawa Barat, Senator Agita Nurfianti Dorong Perlindungan Guru dan Pemerataan Kualitas Pendidikan di Jawa Barat

25 Februari 2026

Warga Bilabong Bogor Keluhkan Akses Bansos dan Infrastruktur, Senator Agita Nurfianti Siapkan Advokasi

20 Oktober 2025
nggota DPD RI Jawa Barat, Agita Nurfianti, menyoroti ketidaktepatan data DTSEN yang menyebabkan bantuan sosial tidak tepat sasaran

Senator Agita Nurfianti Soroti Akurasi Data Bansos, Minta BPS Perbaiki Pendataan Penerima Bantuan

23 September 2025
Next Post
nggota DPD RI Jawa Barat, Agita Nurfianti, menyoroti ketidaktepatan data DTSEN yang menyebabkan bantuan sosial tidak tepat sasaran

Senator Agita Nurfianti Soroti Akurasi Data Bansos, Minta BPS Perbaiki Pendataan Penerima Bantuan

Portal informasi dan transparansi kegiatan Anggota DPD RI dari Jawa Barat. Menghadirkan informasi seputar kinerja, perjuangan aspirasi, pengawasan kebijakan, serta aktivitas senator sebagai bentuk keterbukaan dan pertanggungjawaban kepada masyarakat.

Browse by Category
  • Badan Urusan Legislasi Daerah
  • Komite III

Site Links

  • Site Admin
  • Log Out
  • Entries Feed
  • Comment Feed

Follow Us

© 2026 Bandung Co News Network.

  • Terms of Use
  • Privacy Policy
  • Manage Cookies
  • License

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Komite I
  • Komite II
  • Komite III
  • Komite IV
  • Badan Akuntablitas Publik
  • Badan Kehormatan
  • Badan Kerja Sama Parlemen
  • Badan Urusan Legislasi Daerah
  • Panitia Musyawarah
  • Panitia Perancang Undang Undang
  • Panitia Urusan Rumah Tangga

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.