Jumat, November 6, 2026
SENATORJABAR.COM
No Result
View All Result
  • Home
  • Komite I
  • Komite II
  • Komite III
  • Komite IV
  • Alat Kelengkapan
    • Badan Urusan Legislasi Daerah
    • Badan Akuntablitas Publik
    • Badan Kehormatan
    • Badan Kerja Sama Parlemen
    • Panitia Musyawarah
    • Panitia Perancang Undang Undang
    • Panitia Urusan Rumah Tangga
  • Login
SENATORJABAR.COM
  • Home
  • Komite I
  • Komite II
  • Komite III
  • Komite IV
  • Alat Kelengkapan
    • Badan Urusan Legislasi Daerah
    • Badan Akuntablitas Publik
    • Badan Kehormatan
    • Badan Kerja Sama Parlemen
    • Panitia Musyawarah
    • Panitia Perancang Undang Undang
    • Panitia Urusan Rumah Tangga
No Result
View All Result
  • Login
SENATORJABAR.COM
No Result
View All Result

Perancangan Pendampingan Kesehatan Mental Ibu Pasca Pandemi untuk Perempuan Jawa Barat Bersama Senator Agita Nurfianti

adminbyadmin
6 November 2026
in Komite III
Reading Time: 3 mins read
Melalui audiensi bersama Vibrant Woman, Moms Academy, dan Perempuan Muda Karya, Senator Agita Nurfianti merumuskan lima strategi penguatan kesehatan mental perempuan, pendampingan ibu, pencegahan konflik rumah tangga, hingga pemberdayaan ekonomi perempuan.

Melalui audiensi bersama Vibrant Woman, Moms Academy, dan Perempuan Muda Karya, Senator Agita Nurfianti merumuskan lima strategi penguatan kesehatan mental perempuan, pendampingan ibu, pencegahan konflik rumah tangga, hingga pemberdayaan ekonomi perempuan.

Share on Facebook
Share on Twitter

Pada bulan Desember 2024, Agita Nurfianti, Anggota DPD RI Komite III dari Jawa Barat, menginisiasi audiensi strategis bersama tiga komunitas akar rumput yang bergerak dalam bidang pemberdayaan perempuan. Agita Nurfiani menggandeng Vibrant Woman, Moms Academy, dan Perempuan Muda Karya sebagai upaya merumuskan pendekatan dan solusi untuk menunjang kesehatan mental ibu, khususnya di wilayah Jawa Barat. 

Kegiatan audiensi tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Berdasarkan kabar dari lapangan, baik itu lewat media sosial maupun temuan langsung, ada risiko yang meningkat terkait kesehatan mental perempuan di Jawa Barat, khususnya para ibu. Hal ini dilihat dari adanya peningkatan angka perceraian, kasus laporan kekerasan, hingga angka kematian akibat keputusasaan menjalani hidup. Perempuan yang kelelahan, ibu yang memendam luka, dan rumah tangga yang berantakan meningkat sejak pandemi COVID-19. Hal yang memang sulit dielakkan.

Kesehatan Mental Ibu Jadi Perhatian, Agita Nurfianti Gandeng Komunitas Perempuan
Kesehatan Mental Ibu Jadi Perhatian, Agita Nurfianti Gandeng Komunitas Perempuan

 

Fenomena WFH yang overload membuat batas antara ruang profesional dan domestik kabur. Dalam banyak keluarga, benturan peran itu berujung pada konflik yang menjadi penyebab meningkatnya ketegangan rumah tangga hingga perceraian. Pada titik yang lebih mengkhawatirkan, laporan kekerasan terhadap perempuan serta meningkatnya angka kematian akibat keputusan mengakhiri hidup juga menjadi alarm sosial yang harus diperhatikan. 

Audiensi yang digelar oleh Agita Nurfianti membuahkan lima “arsitektur” yang diproyeksikan dapat memperkuat ketahanan perempuan Jawa Barat, terutama pada aspek kesehatan mental ibu dan stabilitas rumah tangga. 

1) Memperkuat Pendampingan Berkelanjutan Alih-Alih Workshop, dengan Target Efektivitas 80%

Salah satu kritik yang mencuat adalah model edukasi yang kerap berhenti pada seminar atau pelatihan singkat. Dalam forum, pendekatan sekali jalan itu dinilai hanya menghasilkan pemahaman sesaat, sementara perilaku tetap saja sulit berubah. 

Karena itu, solusi yang ditawarkan bergeser ke coaching dan pendampingan berkelanjutan. Pendekatannya bukan hanya memberi materi, tetapi mendampingi perempuan. Dengan mempraktikkan navigasi emosi dan komunikasi dalam rutinitas yang kompleks, diharapkan bisa menjadi sarana perubahan perilaku yang lebih efektif dibanding jika hanya berupa pertemuan-pertemuan singkat. 

2) School of Life Sebagai Metode Intervensi Pra-Nikah 

Banyak konflik rumah tangga yang dinilai berakar pada ketidaksiapan peran dalam pernikahan. Dalam audiensi, fenomena “role shock” menjadi sorotan. Hal itu dapat terjadi ketika ekspektasi perkawinan bertabrakan dengan kenyataan beban kerja domestik, pengasuhan, dan tuntutan sosial, dan tuntutan ekonomi. 

Sebagai respons, lahir gagasan program “School of Life” yang akan menyasar dewasa awal dan mahasiswa. Tujuannya adalah intervensi pra-nikah dengan membekali calon pasangan agar lebih realistis memahami tanggung jawab dan pembagian peran sebelum memasuki dunia perkawinan. Program ini diproyeksikan diuji coba sebagai pilot di Jakarta dan Bandung pada Juli 2025 mendatang. 

3) “Anti-Galau” Berbasis Konsep Diri Mencakup 5 Dimensi 

Arsitektur berikutnya menekankan pondasi psikologis, yakni identitas diri yang kokoh. Dalam forum diperkenalkan kerangka konsep diri yang terdiri dari lima dimensi: self-image, self-goal, self esteem, self-role, dan self-identity. 

Tujuannya bukan sekadar “motivasi”, tetapi membangun peta batin yang membantu perempuan mengelola stres, menafsirkan konflik, dan mengambil keputusan lebih sehat. Pemrosesan emosi yang sulit dipandang sebagai prasyarat pemulihan. Tanpa berani mengakui dan memproses luka, perempuan akan kesulitan membangun ketahanan menghadapi tekanan lingkungan. 

4) Visi “Halodoc” untuk Kesehatan Mental Perempuan 24/7 

Kesadaran berikutnya muncul dari satu fakta bahwa krisis domestik sering terjadi saat akses bantuan formal tidak tersedia. Karena itu, forum mendorong gagasan platform digital 24/7 yang berfungsi layaknya “Halodoc”, tetapi khusus untuk kesehatan mental perempuan. 

Poin paling penting yang digarisbawahi adalah ketersediaan akses sebagai anonim untuk mematahkan stigma “membuka aib” yang sering membuat perempuan memilih diam. Dengan kanal yang akrab seperti WhatsApp dan Instagram, platform ini diharapkan menjadi pintu masuk bantuan yang lebih cepat dan lebih aman secara psikologis. 

5) Kekuatan Komunitas Perempuan sebagai Jembatan 

Arsitektur terakhir bertumpu pada realitas jangkauan yang terjadi di lapangan. Pemerintah punya keterbatasan fisik, sementara komunitas punya kedekatan emosional. Forum menyorot peran Moms Academy yang disebut memiliki ratusan anggota di wilayah Jawa Barat, dapat menjalankan dukungan harian melalui sapaan, mediasi, dan ruang bercerita. 

Kekuatan ini menjangkau kelompok yang sering tak terlihat: PMI/TKW yang ikut pendampingan daring dari luar negeri, ibu tunggal yang menguatkan ekonomi keluarga lewat produksi rumahan, hingga program pemberdayaan di Lapas Perempuan yang melatih keterampilan dan produk olahan. Tantangan berikutnya yang dibahas adalah membuka akses pasar agar kemandirian ekonomi tetap berlanjut pasca-reintegrasi. 

“Ibu yang Pulih” dan Peta Jalan Aksi 

Kesadaran bahwa  ibu yang tidak baik-baik saja akan berdampak langsung pada kesejahteraan anak mengemuka. Ketidakstabilan emosi orang tua, terutama ibu yang menjadi pusat pengasuhan, dinilai dapat menciptakan kegaduhan yang bisa diwariskan ke masa depan generasi. Dan hal inilah yang menjadi concern Agita Nurfianti sebagai tokoh perempuan dari Jawa Barat.

Menjelang akhir 2024, forum menyebut rencana program “224” yang diproyeksikan diluncurkan pada momen Hari Ibu di bulan Desember. Konsep yang ditawarkan adalah “22 Hari Ibu” bersama “4 coach perempuan” dalam coaching online massal berbasis donasi. Di saat yang sama, pelatihan agen-agen perempuan di tingkat kabupaten dirancang untuk memastikan gerakan tidak berhenti di kota besar. 

Agita Nurfianti Bangun Gerakan Perempuan untuk Memperkuat Ketahanan Keluarga
Agita Nurfianti Bangun Gerakan Perempuan untuk Memperkuat Ketahanan Keluarga

“Kalau ibu-ibu bersatu, kita nyerah.” canda seorang peserta audiensi. Tentu saja candaan itu tak sekadar gurauan kosong. Tapi menjadi pernyataan bahwa sosok ibu adalah kunci ketahanan keluarga. Pendampingan kesehatan mental ibu tak hanya menjadi program populis tapi juga perwujudan kepedulian dalam hal yang paling fundamental.

Tags: Agita NurfiantiB-48coaching perempuanDPD RI Jawa Baratedukasi pra-nikahHari Ibu 2024kesehatan mental ibukesehatan mental ibu rumah tanggakesehatan mental keluargakesehatan mental pascapandemikesehatan mental perempuankesejahteraan ibu dan anakketahanan keluargaKomite III DPD RIkomunitas perempuan Jawa Baratkonseling kesehatan mentalMoms Academypemberdayaan ibu rumah tanggapemberdayaan perempuan Jawa Baratpencegahan kekerasan terhadap perempuanpendampingan psikologis perempuanperan ibu dalam keluargaperempuan Jawa Baratperempuan mandiriPerempuan Muda Karyaperlindungan perempuanprogram pemberdayaan perempuanSchool of Lifesenator Jawa Baratstabilitas rumah tanggaVibrant Woman
admin

admin

Related Posts

Sekolah SMP dan SMA Belum Merata, Agita Nurfianti Minta Pemerintah Evaluasi Revitalisasi Pendidikan
Komite III

Senator Agita Nurfianti Soroti Pemerataan Akses Pendidikan, Dorong Revitalisasi Sekolah Sesuai Kebutuhan Daerah

20 Oktober 2026
Agita Nurfianti Soroti Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak, Edukasi Harus Dimulai Sejak Balita
Komite III

Senator Agita Nurfianti Soroti Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak, Edukasi Harus Dimulai Sejak Balita

20 Oktober 2026
Data DTSEN Harus Akurat, Agita Nurfianti Soroti Penonaktifan PBI JKN dan Bantuan PIP copy
Komite III

Agita Nurfianti Dorong Percepatan Pemutakhiran DTSEN agar Bantuan Pendidikan dan Kesehatan Tepat Sasaran

19 Oktober 2026
Anggota Komite III DPD RI asal Jawa Barat sekaligus Pelindung Universal Line Dance (ULD) Kota Bandung, Agita Nurfianti, memberikan dukungan kepada kontingen ULD yang akan mengikuti kompetisi World Dance Master (WDM) 2026 di Yogyakarta pada 22–26 Oktober. Ia berharap para peserta dapat meningkatkan prestasi, menjaga kekompakan, dan membawa nama Kota Bandung di ajang internasional.
Komite III

Dukung Prestasi Line Dance, Senator Agita Nurfianti Beri Semangat Kontingen ULD Kota Bandung

18 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular News

Anggota DPD RI asal Jawa Barat Agita Nurfianti mengungkap berbagai persoalan pelaksanaan SPMB 2025, mulai dari keterlambatan sosialisasi regulasi, keterbatasan daya tampung sekolah negeri, pembengkakan jumlah siswa per kelas hingga ketidaksesuaian data Dapodik

Agita Nurfianti Soroti Kisruh SPMB 2025 di Jawa Barat, Kuota Kelas Membengkak hingga 50 Siswa

29 September 2025
Dalam Reses BULD DPD RI di Bandung, Agita Nurfianti menyerap aspirasi pemangku kepentingan pendidikan terkait krisis tenaga pendidik, kesejahteraan guru PPPK, perlindungan profesi guru, hingga usulan pembentukan Badan Guru Nasional.

DPD RI Soroti Krisis Guru di Jawa Barat, Senator Agita Nurfianti Dorong Perlindungan Guru dan Pemerataan Kualitas Pendidikan di Jawa Barat

25 Februari 2026

Warga Bilabong Bogor Keluhkan Akses Bansos dan Infrastruktur, Senator Agita Nurfianti Siapkan Advokasi

20 Oktober 2025
nggota DPD RI Jawa Barat, Agita Nurfianti, menyoroti ketidaktepatan data DTSEN yang menyebabkan bantuan sosial tidak tepat sasaran

Senator Agita Nurfianti Soroti Akurasi Data Bansos, Minta BPS Perbaiki Pendataan Penerima Bantuan

23 September 2025
Next Post
Agita Nurfianti Minta Kemenko PMK Perkuat Program KB dan Pencegahan Stunting

Bahas Kesehatan dan Perlindungan Sosial, Senator Agita Nurfianti Sampaikan Sejumlah Aspirasi ke Kemenko PMK

Portal informasi dan transparansi kegiatan Anggota DPD RI dari Jawa Barat. Menghadirkan informasi seputar kinerja, perjuangan aspirasi, pengawasan kebijakan, serta aktivitas senator sebagai bentuk keterbukaan dan pertanggungjawaban kepada masyarakat.

Browse by Category
  • Badan Urusan Legislasi Daerah
  • Komite III

Site Links

  • Site Admin
  • Log Out
  • Entries Feed
  • Comment Feed

Follow Us

© 2026 Bandung Co News Network.

  • Terms of Use
  • Privacy Policy
  • Manage Cookies
  • License

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Komite I
  • Komite II
  • Komite III
  • Komite IV
  • Badan Akuntablitas Publik
  • Badan Kehormatan
  • Badan Kerja Sama Parlemen
  • Badan Urusan Legislasi Daerah
  • Panitia Musyawarah
  • Panitia Perancang Undang Undang
  • Panitia Urusan Rumah Tangga

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.