Jumat, November 6, 2026
SENATORJABAR.COM
No Result
View All Result
  • Home
  • Komite I
  • Komite II
  • Komite III
  • Komite IV
  • Alat Kelengkapan
    • Badan Urusan Legislasi Daerah
    • Badan Akuntablitas Publik
    • Badan Kehormatan
    • Badan Kerja Sama Parlemen
    • Panitia Musyawarah
    • Panitia Perancang Undang Undang
    • Panitia Urusan Rumah Tangga
  • Login
SENATORJABAR.COM
  • Home
  • Komite I
  • Komite II
  • Komite III
  • Komite IV
  • Alat Kelengkapan
    • Badan Urusan Legislasi Daerah
    • Badan Akuntablitas Publik
    • Badan Kehormatan
    • Badan Kerja Sama Parlemen
    • Panitia Musyawarah
    • Panitia Perancang Undang Undang
    • Panitia Urusan Rumah Tangga
No Result
View All Result
  • Login
SENATORJABAR.COM
No Result
View All Result

Ribuan Peserta PBI JKN Dinonaktifkan, Senator Agita Nurfianti Dorong Percepatan Reaktivasi BPJS Kesehatan

adminbyadmin
6 November 2026
in Komite III
Reading Time: 3 mins read
Jutaan Peserta PBI JKN Dinonaktifkan, Agita Nurfianti Minta Pemerintah Jamin Akses Layanan Kesehatan

Jutaan Peserta PBI JKN Dinonaktifkan, Agita Nurfianti Minta Pemerintah Jamin Akses Layanan Kesehatan

Share on Facebook
Share on Twitter

BANDUNG (23/02) – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Provinsi Jawa Barat, Agita Nurfianti, menegaskan pentingnya perlindungan hak masyarakat rentan dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Terlebih bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sedang terdampak kebijakan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). 

Agita Nurfianti menegaskan hal tersebut pada Kegiatan Reses Penyerapan Aspirasi Masyarakat dan Daerah dalam rangka Inventarisasi Materi Pengawasan atas Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, terkait implikasi kebijakan DTSEN pada penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional. Forum itu diselenggarakan pada Senin (23/2), di Kantor DPD RI Provinsi Jawa Barat, Bandung. Pertemuan itu dihadiri oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, Dinas Sosial Provinsi Jabar, BPJS Kesehatan Wilayah V Jabar, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jabar. 

Agita menegaskan, pemutakhiran data sosial ekonomi merupakan langkah penting untuk memastikan bantuan sosial dan jaminan kesehatan tepat sasaran. Namun, ia mengingatkan agar implementasi kebijakan tersebut jangan sampai mengorbankan hak dasar masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan pasien dengan penyakit kronis maupun katastropik. 

“Negara tidak boleh absen hanya karena persoalan data. Pelayanan kesehatan harus tetap berjalan. Tidak boleh ada warga yang ditolak berobat saat mereka sangat membutuhkan, terlebih kelompok rentan yang kurang mampu,” tegas Agita. 

Dalam diskusi terungkap bahwa penonaktifan PBI JKN di Jawa Barat mencapai angka signifikan akibat penyesuaian data DTSEN, yang berdampak langsung pada akses layanan kesehatan masyarakat. Data dari Dinas Provinsi Jabar menyebutkan, total penerima manfaat PBI JK yang dinonaktifkan selama 2025 adalah 2.647.852 jiwa dan pada Januari 2026 sebanyak 1.938.618 jiwa. Penonaktifan ini dilakukan karena hasil pemutakhiran data menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan yang bersangkutan telah berada di antara desil 6 sampai dengan desil 10, meninggal dunia, atau pindah segmen. 

Meskipun terdapat penonaktifan tersebut, jumlah kepesertaan aktif PBI JK di Provinsi Jawa Barat pada Januari 2026 justru mengalami peningkatan sebesar 145.240 jiwa dibandingkan Desember 2025. Total kepesertaan aktif di bulan Januari 2026 mencapai 15.149.053 jiwa. Hal ini menunjukkan bahwa pada saat yang bersamaan terdapat sekitar 2,1 juta warga Jawa Barat pada kelompok desil 1–5 yang memperoleh kepesertaan aktif PBI JK sebagai hasil pemutakhiran dan penyesuaian data kesejahteraan. 

Sementara data dari BPJS Kesehatan Provinsi Jabar menyebutkan jumlah penerima manfaat PBI JK di Jabar yang dinonaktifkan selama 2025 sebanyak 3.169.422 jiwa dan pada Januari hingga Februari 2026 sebanyak 2.101.590 jiwa. Meskipun jumlah yang dinonaktifkan sangat tinggi, Agita mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan Provinsi Jabar yang telah menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan, baik RSUD, RS Swasta, maupun Puskesmas, untuk tetap melayani pasien, terutama yang kronis, sembari proses reaktivasi kepesertaan dilakukan melalui mekanisme yang tersedia.

Agita juga menyoroti pentingnya penyederhanaan alur reaktivasi PBI JKN dan penguatan peran pemerintah desa dan kelurahan agar masyarakat tidak terbebani rantai birokrasi yang panjang. Menurutnya, kebijakan reaktivasi di tingkat desa/kelurahan merupakan terobosan penting untuk memastikan akses cepat bagi warga yang membutuhkan layanan kesehatan mendesak. 

Agita juga mengapresiasi upaya pemerintah dalam melakukan administrasi lansia yang menempati KK tersendiri. Lansia yang tidak mampu disarankan memiliki KK sendiri melalui Disdukcapil, yang kemudian diperbarui oleh operator desa. Langkah ini krusial agar sistem melihat kondisi ekonomi individu secara akurat, bukan lagi dipukul rata atas status anggota keluarga lainnya. 

Selain itu, Agita mendorong sinkronisasi dan koordinasi lintas instansi antara Kementerian Sosial, BPJS Kesehatan, BPS, serta pemerintah daerah dalam pelaksanaan ground check dan verifikasi lapangan, guna menekan kesalahan sasaran dalam data kesejahteraan sosial. 

“Akurasi data harus berjalan seiring dengan keberpihakan pada kemanusiaan. Kebijakan DTSEN harus menjadi alat perlindungan sosial, bukan sumber keresahan baru di masyarakat,” ujar Agita. 

Ia menegaskan, seluruh aspirasi, temuan lapangan, serta masukan dari pemerintah daerah dan masyarakat dalam kegiatan reses ini akan dirangkum dan dibawa oleh Komite III DPD RI sebagai bahan pengawasan dan rekomendasi kebijakan di tingkat nasional, termasuk dalam pembahasan lanjutan di Senayan setelah Lebaran. 

Menurutnya, transformasi menuju DTSN yang mengintegrasikan data DTKS (Sosial), P3KE (Kemiskinan), dan Regsosek (Ekonomi), adalah langkah besar pemerintah untuk mengakhiri carut-marut data bantuan sosial di Indonesia. Meski proses transisinya penuh kejutan pahit, integrasi ini bertujuan agar iuran negara benar-benar melindungi mereka yang membutuhkan, bukan mereka yang “mampu” tapi mengaku miskin. 

Agita juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan jaminan kesehatan agar tetap berpihak pada masyarakat kecil dan memastikan sistem kesejahteraan sosial nasional berjalan adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Tags: Agita Nurfiantiakses layanan kesehatanAnggota DPD RI Jawa Baratbantuan iuran BPJSBPJS KesehatanBPJS Kesehatan Jawa Baratdata bantuan sosialData Tunggal Sosial Ekonomi NasionalDinas Kesehatan Jawa BaratDinas Sosial Jawa BaratDPD RI Jawa BaratDTKSDTSENJaminan Kesehatan NasionalJKNkesejahteraan sosialKomite III DPD RImasyarakat miskinmasyarakat rentanPBI JK Jawa BaratPBI JKNpelayanan kesehatan gratispemutakhiran data DTSENpenonaktifan PBI JKNperlindungan kesehatan masyarakatpeserta BPJS Kesehatanpeserta PBIreaktivasi BPJS Kesehatanreaktivasi PBI JKNSenator Agita Nurfianti
admin

admin

Related Posts

Sekolah SMP dan SMA Belum Merata, Agita Nurfianti Minta Pemerintah Evaluasi Revitalisasi Pendidikan
Komite III

Senator Agita Nurfianti Soroti Pemerataan Akses Pendidikan, Dorong Revitalisasi Sekolah Sesuai Kebutuhan Daerah

20 Oktober 2026
Agita Nurfianti Soroti Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak, Edukasi Harus Dimulai Sejak Balita
Komite III

Senator Agita Nurfianti Soroti Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak, Edukasi Harus Dimulai Sejak Balita

20 Oktober 2026
Data DTSEN Harus Akurat, Agita Nurfianti Soroti Penonaktifan PBI JKN dan Bantuan PIP copy
Komite III

Agita Nurfianti Dorong Percepatan Pemutakhiran DTSEN agar Bantuan Pendidikan dan Kesehatan Tepat Sasaran

19 Oktober 2026
Anggota Komite III DPD RI asal Jawa Barat sekaligus Pelindung Universal Line Dance (ULD) Kota Bandung, Agita Nurfianti, memberikan dukungan kepada kontingen ULD yang akan mengikuti kompetisi World Dance Master (WDM) 2026 di Yogyakarta pada 22–26 Oktober. Ia berharap para peserta dapat meningkatkan prestasi, menjaga kekompakan, dan membawa nama Kota Bandung di ajang internasional.
Komite III

Dukung Prestasi Line Dance, Senator Agita Nurfianti Beri Semangat Kontingen ULD Kota Bandung

18 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular News

Anggota DPD RI asal Jawa Barat Agita Nurfianti mengungkap berbagai persoalan pelaksanaan SPMB 2025, mulai dari keterlambatan sosialisasi regulasi, keterbatasan daya tampung sekolah negeri, pembengkakan jumlah siswa per kelas hingga ketidaksesuaian data Dapodik

Agita Nurfianti Soroti Kisruh SPMB 2025 di Jawa Barat, Kuota Kelas Membengkak hingga 50 Siswa

29 September 2025
Dalam Reses BULD DPD RI di Bandung, Agita Nurfianti menyerap aspirasi pemangku kepentingan pendidikan terkait krisis tenaga pendidik, kesejahteraan guru PPPK, perlindungan profesi guru, hingga usulan pembentukan Badan Guru Nasional.

DPD RI Soroti Krisis Guru di Jawa Barat, Senator Agita Nurfianti Dorong Perlindungan Guru dan Pemerataan Kualitas Pendidikan di Jawa Barat

25 Februari 2026

Warga Bilabong Bogor Keluhkan Akses Bansos dan Infrastruktur, Senator Agita Nurfianti Siapkan Advokasi

20 Oktober 2025
nggota DPD RI Jawa Barat, Agita Nurfianti, menyoroti ketidaktepatan data DTSEN yang menyebabkan bantuan sosial tidak tepat sasaran

Senator Agita Nurfianti Soroti Akurasi Data Bansos, Minta BPS Perbaiki Pendataan Penerima Bantuan

23 September 2025
Next Post
Agita Nurfianti Dorong Penguatan Layanan dan Kesiapan Penyelenggaraan Haji 2026 di Jawa Barat

Persiapan Haji 2026, Senator Agita Nurfianti Soroti Kuota, Pelunasan, dan Kesehatan Jemaah Jawa Barat

Portal informasi dan transparansi kegiatan Anggota DPD RI dari Jawa Barat. Menghadirkan informasi seputar kinerja, perjuangan aspirasi, pengawasan kebijakan, serta aktivitas senator sebagai bentuk keterbukaan dan pertanggungjawaban kepada masyarakat.

Browse by Category
  • Badan Urusan Legislasi Daerah
  • Komite III

Site Links

  • Site Admin
  • Log Out
  • Entries Feed
  • Comment Feed

Follow Us

© 2026 Bandung Co News Network.

  • Terms of Use
  • Privacy Policy
  • Manage Cookies
  • License

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Komite I
  • Komite II
  • Komite III
  • Komite IV
  • Badan Akuntablitas Publik
  • Badan Kehormatan
  • Badan Kerja Sama Parlemen
  • Badan Urusan Legislasi Daerah
  • Panitia Musyawarah
  • Panitia Perancang Undang Undang
  • Panitia Urusan Rumah Tangga

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.